Type-of-motion-graphics

Buat Audiens Tertarik Lewat Motion Graphics yang Ciamik

POSTED IN

Marketing

WRITTEN BY

Nay Madani

DATE

Berbagai medium komunikasi visual, seperti motion graphics, sering kali digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan dengan cara yang menarik. Kalau kamu bisa mengemas pesan itu dengan visualisasi yang singkat, padat, dan jelas, maka audiensmu juga akan bisa menangkap pesanmu dengan baik.

Salah satu medium visual yang bisa diterapkan dalam bisnis adalah desain grafis. Dengan banyaknya jenis desain grafis, motion graphics sudah menjadi bentuk yang cukup populer untuk menyampaikan informasi dalam beberapa tahun terakhir.

Kenapa motion graphics bisa menarik perhatian audiens?

Secara biologis, mata manusia dirancang untuk mudah tertarik pada warna, gambar, dan gerakan. Penglihatan dan otak kita nyatanya bisa menangkap visual yang paling kompleks sekalipun dan menerjemahkannya menjadi sebuah makna yang sangat jelas. Dengan adanya kelebihan tersebut, tidak heran bahwa kombinasi audiovisual yang apik bisa memudahkan kita dalam memahami informasi.

Motion graphics dalam bisnis bisa digunakan untuk mengamati pengalaman dan reaksi audiens. Jika visual yang kamu hadirkan bisa terlihat dinamis dan terasa interaktif, maka audiensmu pun akan jauh lebih betah dan mungkin akan semakin tertarik kepada hal-hal yang kamu tawarkan.

Motion graphics yang baik harusnya bisa menyediakan informasi tentang perusahaanmu. Hal tersebut nantinya bisa menjelaskan apa yang perusahaanmu lakukan, bagaimana perusahaanmu bekerja, dan tujuan dari perusahaanmu itu sendiri.

Kalau informasi penting tersebut dituangkan ke dalam bentuk motion, hasilnya pasti tidak membosankan, dan pesan yang ingin disampaikan juga jadi mudah dipahami, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Memang sih, audiens kamu jadi betah gara-gara visualnya yang cantik. Namun, tanpa mereka sadari, mereka juga dapat insight yang tidak kalah menarik dari presentasi yang berusaha kamu berikan.

Selain itu, motion graphics juga bisa meningkatkan angka engagement dan konversi terhadap produk atau layanan yang kamu tawarkan. Hal ini memang tidak serta-merta menghilangkan kompetitor, tapi dengan menghadirkan visual yang digarap sebaik mungkin, bisnismu juga sudah jadi selangkah lebih maju.

Menjadikan motion graphics sebagai bentuk dari video marketing adalah salah satu strategi yang perlu kamu coba. Bahkan, bisa dibilang, hal tersebut adalah investasi yang baik bagi bisnismu. Nyatanya, belakangan ini video marketing juga jadi andalan untuk membantu sebuah bisnis lebih berkembang. Bukan sesuatu yang mengejutkan kalau implementasi motion graphics dalam strategi digital marketing membuat bisnismu bisa punya pelanggan tetap.

Video jenis apa aja sih yang cocok pakai motion graphics?

Memilih aset grafis yang terbaik, dan menggabungkannya dengan audio yang tepat adalah cara terbaik untuk membuat video kamu terasa hidup. Dengan kedua elemen tersebut, video marketing kamu jadi sangat powerful dan efektif.

Jadi, video jenis apa aja sih yang cocok pakai motion graphics?

1. Emotional Video

Tujuan utama video ini adalah untuk memancing reaksi emosional yang kuat dari audiensmu. Hal ini bisa jadi pengalaman yang positif atau negatif, bergantung kepada narasi apa yang sebenarnya ingin kamu “ceritakan”. Emosi yang muncul pun bisa sangat beragam, mulai dari kemarahan dalam diri seseorang, atau semangat perjuangan yang selama ini terpendam. Apa pun itu, orang-orang yang menyaksikan tayangan kamu harusnya bisa terdorong untuk melakukan sesuatu.

2. Promotional Video

Tujuan utama dari video jenis ini adalah untuk meningkatkan konversi, bergantung kepada produk atau layanan yang kamu tawarkan, bisa berbentuk angka penjualan, unduhan aplikasi, pengunjung website, dan lain-lain. Sebagai tayangan yang berusaha “menjual” sesuatu, video jenis ini sering kali lebih mudah dikenali daripada jenis yang lain. Segala informasi yang mendorong seseorang untuk membeli, mengunduh, atau mengunjungi tautan yang kamu sediakan, HARUS ada di dalam video jenis ini.

3. Explainer Video

Video motion jenis ini membantu mendefinisikan sebuah konsep, produk, layanan, atau bahkan sebuah prosedur. Gagasan utama dari informasi yang ingin disampaikan pun dialihkan bentuknya menjadi visual yang dinamis agar tampak lebih sederhana dan tidak serumit kata-kata. Kalau informasi yang kamu sampaikan itu bersifat komprehensif, teknikal, atau berisi beberapa langkah spesifik, maka ada baiknya kamu mengolah informasi tersebut menjadi sebuah video motion graphics.

Jadikan motion graphics sebagai bagian dari bisnismu

Seiring berkembangnya strategi digital marketing, video motion graphics bisa sangat mendongkrak performa bisnismu. Ada beberapa langkah yang harus kamu lalui saat membuat sebuah motion graphics, yaitu:

  1. Melakukan brainstorming ide untuk merancang konsep utama
  2. Mengolah ide menjadi naskah dan membedahnya menjadi beberapa adegan
  3. Membuat storyboard sebagai sebuah gambaran kasar dari narasi yang sudah ditulis
  4. Mengembangkan narasi final menjadi bentuk animasi
  5. Memberikan audio yang sesuai sebagai sentuhan akhir

Kalau kamu sudah melakukan kelima langkah di atas, artinya kamu sudah bisa mengimplementasikan motion graphics ke dalam strategi bisnismu. Tapi, bagaimana kalau tidak ada orang yang bisa menggarap hal tersebut?

Nice to Meet You Studio siap jadi jawaban dari kebingungan kamu. Dengan talenta para motion designer yang kami miliki, apa pun pesan yang ingin kamu sampaikan bisa diolah jadi visual yang menyenangkan.

Ingin tahu lebih lanjut? Yuk meluncur ke Instagram-nya Nice to Meet You Studio, atau langsung cek halaman Pricing kami.

(Catatan: Artikel ini adalah hasil saduran dari artikel “Engage More Audiences with Well-Crafted Motion Graphicsyang ditulis oleh Nay Madani.)

Related Readings